Severe preeclampsia-eclampsia and their associated factors

Preeklamsia Berat-Eklamsia dan Faktor-Faktor Terkait

  • syamsul Bahri Faculty of Medicine Universitas Riau
  • Donel Suheimi Faculty of Medicine Universitas Riau

Abstract

Abstract

Objective: To analyze factors associated with severe preeclampsia and preeclampsia at Arifin Achmad General Hospital, Pekanbaru.

Methods: This was a cross-sectional study.  Data on women who were diagnosed with severe preeclampsia or eclampsia and delivered between January 2014 and December 2015 were collected. These included maternal age, educational level, gestational age, delivery method, parity and ANC provider. Data were then analyzed using chi-square test with multivariate logistic regression analysis.

Results: There were 3294 deliveries happened between January and December 2015. Prevalence of severe preeclampsia during the study period was 14.54% and that of eclampsia was 3.28%.  Mothers aged >35 have more than twice the risk of developing severe preeclampsia and eclampsia (95% CI 1.1- 4.6, p = 0.0001). Gestational age has the strongest association with eclampsia (Adjusted OR 2.4, p = 0.002, 95% CI 1.3-4.2). Severe preeclamptic-eclamptic mothers were at least five times as likely as the non-preeclamptic/eclamptic to have Cesarean Section or operative vaginal delivery (p = 0.0001).

Conclusions: Prevalence of severe preeclampsia was 14.54% and that of eclampsia was 3.28% in the period between January 2014 and December 2015. Mothers aged >35 were three times as likely as those age ≤35 to develop severe preeclampsia – eclampsia, Term pregnancy had higher risk of severe preeclampsia – eclampsia compared with preterm pregnancy; however, preterm pregnancy has 2.4 times as likely as term pregnancy to develop a worsening severe preeclampsia/eclampsia. Finally, mothers with severe preeclampsia or eclampsia have a five times greater risk of having delivered via Cesarean Section or operative vaginal delivery compared to the non-preeclamptic – non-eclamptic ones.

Keywords: eclampsia ,educational level, gestational age, parity, severe preeclampsia.

 

Abstrak

Tujuan: Untuk menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan preeklamsia berat dan eklampsia di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang. Data yang diambil yaitu perempuan yang didiagnosis dengan preeklamsia atau eklampsia dan melahirkan pada Januari 2014hingga Desember 2015. Usia ibu, tingkat pendidikan, usia kehamilan, metode persalinan, paritas dan pemberi layanan ANC juga disertakan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-squaredengan analisis regresi logistik multivariate.

Hasil: Terdapat 3.294 kelahiran padaJanuari 2014 hingga Desember 2015. Prevalensi preeklamsia berat selama penelitian ini yaitu 14.54% dan eklampsia sebesar 3.28%. Usia ibu>35tahun memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terjadinya preeklamsia berat dan eklampsia (95% CI 1.1- 4.6, p = 0.0001). Usia kehamilan memiliki hubungan yang paling kuat dengan eklampsia (Adjusted OR 2.4, p = 0.002, 95% CI 1.3-4.2). Ibu dengan preeklamsia-eklampsia lima kali lebih besar untuk dilakukan seksio Cesarean ataupersalinan pervaginam dengan bantuan alat dibandingkan dengan pasien tanpa preeklamsia/eklampsia. (p = 0.0001).

Kesimpulan: Prevalensi preeklamsia berat adalah 14.54% dan eklampsia 3.28% pada periode Januari 2014 sampai Desember 2015. Usia ibu >35 tahun memiliki tiga kali lebih besar risiko untuk terjadinya preeklampsoa-eklampsia. Kehamilan cukup bulan memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya preeklamsia-eklampsia dibandingkan dengan kehamilan preterm; namun, kehamilan preterm memiliki risiko 2.4 kali lebih besar untuk mengalami perburukan preeklamsia/eklampsia dibandingkan pada kehamilan cukup bulan. Ibu dengan preeklamsia atau eklampsia memiliki risiko lima kali lebih besar untuk melahirkan dengan seksio Cesarean atau pervaginam dengan bantuan alat dibandingkan dengan pasien tanpa preeklamsia atau eklampsia.

Kata kunci : eklamsia, paritas, preeklamsia berat, tingkat pendidikan, usia kehamilan

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Donel Suheimi, Faculty of Medicine Universitas Riau

Departement of Obstetrics and Gynecology

Published
2019-04-26
Section
Research Article